Cara Membuat Pewarna Remasol Untuk Batik

Ada beberapa tahapan pembuatan batik yang bakal dilakukan, dan salah satunya adalah proses pewarnaan. Dalam prosesnya, pewarnaan batik memerlukan bahan-bahan yang tak sedikit, salah satunya adalah remasol. Setelah proses pewarnaan barulah kemudian kain batik harus melalui tahapan pelorot. Penerapan pewarna remasol ini cukup mudah yaitu dengan teknik celup atau juga colet. Selengkapnya berikut adalah cara membuat pewarna remasol untuk batik.

Cara Membuat Pewarna Remasol

Cara Membuat Pewarna Remasol Untuk Batik Serta Tahapan Pewarnaan Batik

  1. Siapkan Bubuk Obat Batik

Langkah pertama cara membuat pewarna remasol untuk batik adalah menyiapkan bubuk obat pewarna batik. Obat ini kemudian bisa menimbulkan warna sesuai keinginan, tapi pemberian warna dengan obat ini harus disesuaikan dengan takaran yang tepat. Apabila takarannya kurang tepat maka warna yang diinginkan bisa saja berbeda. Misalkan, untuk memunculkan warna hijau, kalian harus mencampurkan antara kuning dan biru, berarti harus mencampurkan obat FG (kuning) dan obat KNR (biru) untuk pencampurannya. Jangan lupa memberikan penguat warna dengan mencampurkan sedikit waterglass atau juga soda.

  1. Melarutkan Obat Pewarna

Setelah pewarna ydan penguat disiapkan, maka langkah selanjutnya dalah melarutkan racikan yang ada tersebut dengan takaran yang sesuai. Takaran harus sesuai dengan kebutuhan, tidak boleh lebih atau kurang karena akan memengaruhi hasil warna pada kain. Semakin tinggi atau pekat warna yang ingin ditimbulkan, maka semakin sedikit larutannya dan sebaliknya. Untuk larutannya, kalian bisa memakai air bersih, kurangi dan tambahi sesuai dengan kebutuhan.

  1. Proses Penguatan Warna

Penguat warna sangat penting dalam cara membuat pewarna remasol untuk batik, karena memengaruhi hasil warna dan ketahan warna. Selain waterglass kalian juga bisa menggunakan soda ash untuk memperkuat warna. Gunakan soda ash dengan takaran 75% dari takaran obat pewarna itu sendiri. Sebelum dilakukan tahapan selanjutnya, kalian juga perlu melakukan tahapan penimbangan untuk obat pewarna dan penguat warna agar dosisnya tepat. Disarankan untuk menggunakan timbangan digital untuk mendapatkan takaran dengan akurasi yang lebih tepat.

  1. Pelarutan Warna

Setelah kedua bahan tersebut ditimbang, maka kedua bahan boleh dituangkan ke dalam wadah pencelupan. Tambahkan air bersih dengan takaran yang sesuai dengan kebutuhan, usahakan tambahan air sesuai. Karena apabila larutan yang diberikan kebanyakan, maka warna yang akan timbul akan lebih buram, dan sebaliknya. Apabila larutan diberikan terlalu sedikit maka hasil warna akan terlihat lebih menebal. Perlu ketelatenan dan ketelitian untuk mendapatkan larutan warna yang tepat.

  1. Kain Dicelupkan

Tahapan terakhir dalam pewarnaan batik yaitu dengan mencelupkan bahan kain ke dalam larutan yang sudah dibuat. Proses pewarnaan ini memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 5 jam. Proses pencelupan yang lama ini untuk mendapatkan warna yang awet dan juga terang. Setelah kain di celupkan, maka kain siap untuk dikeringkan. Setelah kering kain masih harus melalui proses pelorotan untuk melepaskan sisa-sisa lilin yang ada.

      Baca Juga :

  1. Cara Sablon Kaos Dengan Menggunakan Polyflex Chemica

Demikian cara membuat pewarna remasol untuk batik dan tahapan keseluruhan pewarnaan batik yang bisa kita pelajari. Proses pewarnaan ini memiliki peranan yang penting, apabila sedikit saja kesalahan maka hasil batik yang didapatkan akan kurang maksimal. Setelah melakukan proses pewarnaa, kain batik masih akan melewati beberapa tahapan untuk bisa digunakan. Tahapan-tahapan pembatikan di tanah air masih menggunakan cara tradisional, tak heran jika kain batik dibanderol dengan harga yang lumayan mahal.

Tags: