Pengertian Drama

Posted on

Pengertian Drama – Halo sobat seputarcaraku.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Drama dimana dalam hal ini Pengertian Drama Menurut Ahli, Struktur, ciri-ciri, Unsur,Struktur dan Jenis Drama. agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini

Pengertian Drama
Pengertian Drama

 

Pengertian Drama

Drama adalah Genre (Jenis) sastra yang menggambarkan pergerakan kehidupan manusia. Istilah untuk drama selama periode kolonial Belanda di Indonesia disebut Tonil. Tonil kemudian digantikan oleh istilah Play  yang dikembangkan oleh PKG Mangku VII. Drama ini berasal dari kode Jawa dan Wara.  Sandi berarti rahasia, sementara wara (warah) berarti mengajar/pendidikan. Kemudian, istilah tersebut menyiratkan ajaran teater yang dilakukan oleh simbol.

Pengertian Menurut Para Ahli

  • Menurut Seni Handayani

Drama ialah komposisi dari dua cabang seni, seni pertunjukan dan seni sastra sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama yang dipentaskan dan drama dalam bentuk teks tertulis.

  • Menurut Ferdinand Brunetierre

Drama harus melahirkan keinginan melalui tindakan atau gerakan.

  • Menurut Balthazar Vallhagen

Drama adalah seni yang menggambarkan sifat manusia dan alam dalam gerakan.

  • Menurut Anne Civardi

Drama adalah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

Ciri-Ciri Drama

  1. Seluruh cerita datang dalam bentuk naskah dialog.Ciri-ciri utama skrip dialog adalah bahwa semua kalimat disusun sebagai teks.
  2. Dialog dramatis tidak menggunakan tanda kutip (“…”). Karena dialog dramatis menggunakan kalimat tidak langsung.
  3. Dalam sebuah drama dilengkapi dengan instruksi yang harus diperhitungkan oleh para tokoh dalam pameran.
  4. Secara umum, instruksi ditulis dalam tanda kurung dan menggunakan font yang berbeda dari pada tipe dialog.
  5. Harus ada konflik dan tindakan.
  6. Durasi pertunjukan kurang dari 3 Jam.
  7. Tidak ada sesi Pengulangan dalam suatu pertunjukan, sehingga para pemeran karakter pada drama harus menghafal dan memahami peran dan dialog orang lain.
Baca Juga :  Aksara Lampung Lengkap

Unsur Drama

Tokoh(Pelaku)

Tokoh/Pelaku drama adalah Pemeran atau aktor dalam drama yang terdiri dari karakter utama dan karakter pembantu. Karakter utama disebut Primadona sedangkan karakter Pembantu disebut Figuran.

Pengaturan atau latar

Pengaturan atau Latar adalah deskripsi tempat, waktu dan suasana peristiwa yang terjadi dalam sebuah drama.

Tema

Temanya adalah ide utama atau ide pikiran dan inti dari sesuatu yang diangkat dan digambarkan sehingga menjadi cerita yang dramatis.

Amanat atau Pesan Penulis( Pengarang )

Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh penulis kepada publik dalam bentuk nilai-nilai luhur dan dapat digunakan sebagai contoh atau pelajaran bagi masyarakat. Penyampaian pesan berdasarkan tema dan tujuan yang ditentukan oleh penulis saat menyusun cerita drama. Pesan dapat disampaikan melalui peran para pemain.

Dialog (percakapan)

Pada drama ada unsur dialog. Dialog adalah serangkaian percakapan dalam kisah drama. Secara umum, dialog terjadi karena ada interaksi antara karakter yang satu dengan karakter lainnya, juga dapat memiliki dialog sendiri yang disebut monolog, dialog berperan memberikan penjelasan terkait alur cerita, biasanya juga disertai dengan ekspresi wajah.

Konflik

Yang dimaksud dengan konflik adalah adanya kontradiksi atau masalah yang muncul dalam kisah drama. Dengan konflik itu berarti bahwa masalah utama yang perlu diselesaikan (mencari solusi) muncul. Dalam sebuah drama, biasanya konflik terjadi, tetapi juga lebih dari satu.

Struktur Drama

Berikut ini pembagian 3 struktur dalam drama:

1. Prolog (Adegan Pembuka)

Prolog adalah bagian awal atau pengantar dari sebuah cerita/naskah drama, yang digunakan untuk menceritakan atau memberikan gambaran umum dari sebuah kisah drama.

2. Dialog (Percakapan)

Dialog adalah komunikasi antara pemeran karakter atau pemain yang terjadi dalam sebuah drama, umumnya dilakukan oleh lebih dari tiga karakter pemeran.

3. Epilog (Adegan Terakhir atau Penutup)

Epilog adalah bagian terakhir atau penutup dari cerita drama / naskah drama, yang berisi kesimpulan dan pesan yang dapat diambil dari kisah drama yang disajikan.

Jenis-Jenis Drama

1. Berdasarkan Penyajian Lakon

Dengan berdasarkan penyajian lakon, drama tersebut dapat dibedakan menjadi 8 jenis, diantaranya sebagai berikut:
  1. Opera: drama yang dialognya disampaikan dengan dinyanyikan dan diiringi musik.
  2. Tragedi: drama penuh dengan peristiwa yang umumnya merupakan peristiwa menyedihkan.
  3. Komedi: drama menghibur hati dan mengundang tawa yang dipenuhi dengan kelucuan sebagai hiburan.
  4. Tragekomedi: campuran tragedi dan komedi pada drama sehingga penonton dapat
  5. Farce: drama yang ceritanya kelihatan seperti lelucon, tetapi tidak sepenuhnya lelucon.
  6. Tablo: drama yang mengutamakan pergerakan para pemain daripada mengucapkan dialog dan bahkan tidak mengatakan dialog dan hanya membuat gerakan.
  7. Melodrama: jenis drama yang dialognya diucapkan diiringi oleh melodi atau musik.
  8. Sendratari: sejenis drama yang merupakan kombinasi antara drama dan tarian.
Baca Juga :  Pengertian Manajemen

2. Berdasarkan Sarana

Dengan berdasarkan Sarana pementasannya, pembagian jenis drama tersebut dibagi menjadi 6 jenis, diantaranya sebagai berikut:
  1. Drama Panggung: drama yang dimainkan oleh pemeran di atas panggung.
  2. Drama televisi: drama yang dimainkan oleh para pemeran tokoh dan disiarkan di televisi atau disebut drama tidak dapat disentuh.
  3. Drama sinematografi: Drama sinematografi adalah drama yang menggunakan layar besar untuk disiarkan secara umum di bioskop.
  4. Drama Wayang: drama disertai dengan pertunjukan wayang.
  5. Drama Radio: Drama radio adalah jenis drama yang tidak bisa dilihat dan disentuh oleh penikmat (pendengar).
  6. Drama Boneka: tokoh dramatis menggunakan media boneka yang dimainkan oleh beberapa orang di depan ataupun di belakang layar.

3. Berdasarkan keberadaan naskah

Jenis drama selanjutnya adalah dengan berdasarkan naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan naskah drama ini, antara lain:
  1. Drama tradisional: tontonan drama yang tidak menggunakan naskah dan ceritanya menerapkan tema cerita lama.
  2. Drama modern: tontonan drama menggunakan naskah yang kisahnya menerapkan tema dari beberapa kisah Masa kini.
Demikianlah materi tentang pengertian Drama beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website ini untuk mendapatkan artikel – artikel menarik sobat sekalian.