Pengertian Kedaulatan

Posted on

Pengertian Kedaulatan – Halo sobat seputarcaraku.com, Pada materi kali ini kami akan mengulas mengenai Pengertian Kedaulatan dimana dalam hal ini mengenai Pengertian, Bentuk Kedaulatan, Jenis-jenis dan Sifat-sifat Kedaulatan, agar lebih dapat memahami dan mengerti selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Kedaulatan
Pengertian Kedaulatan

Pengertian Kedaulatan

Kedaulatan merupakan hak eksklusif untuk mengontrol suatu wilayah pemerintahan, masyarakat atau atas dirinya sendiri. Ada penganut dua teori yang didasarkan pada pemberian dari Tuhan dan dari masyarakat.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi atas pemerintah daerah, dan sebagainya.

Pada hukum ketatanegaraan (konstitusi) dan internasional, kedaulatan berkaitan dengan pemerintahan yang memiliki kendali penuh atas urusan dalam negerinya sendiri di suatu wilayah di atas batas geografisnya atau teritorial, dan dalam konteks tertentu berkaitan dengan berbagai organisasi atau lembaga yang memiliki yuridiksi hukumnya sendiri.

 

Bentuk Kedaulatan

Kedaulatan mempunyai 2 bentuk, serta memiliki sistem berbeda.

Kedaulatan Ke Dalam

Kedaulatan Ke Dalam merupakan pemerintahan atau negara yang berhak mengatur segala kepentingan rakyat atau Negara melalui berbagai negara yang didirikan oleh Negara tersebut.

Kedaulatan Ke Luar

Kedaulatan Ke Luar yaitu pemerintah memiliki kekuasaan yang bebas, tidak terikat, dan tidak tunduk pada kekuatan selain dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Jenis-Jenis Kedaulatan

Jenis-jenis kedaulatan terbagi menjadi 5 jenis, Yang meliputi :

1. Kedaulatan Tuhan

Kedaulatan Tuhan adalah kedaulatan yang berasal dari Tuhan, yang diberikan kepada seorang penguasa atau raja. Dalam hal ini, kehendak Tuhan diwujudkan dalam bentuk penguasa atau raja, sehingga raja dianggap sebagai wakil Tuhan atau utusan Tuhan .

Aturan yang dijalankan oleh penguasa adalah bersumber dari Tuhan, oleh karena itu rakyat harus taat dan tunduk atas perintah penguasa. Kedaulatan Tuhan ini diadopsi oleh beberapa tokoh, antara lain Agustinus, F.J. Stahl, Marsillius dan Thomas Aquinas. Penerapannya pernah diterapkan di Negara Bagian Ethiopia pada masa Raja Haile Selassi, Belanda serta Jepang pada masa pemerintahan Kaisar Tenno Heika.

Baca Juga :  Pengertian Banjir : Jenis, Proses dan Penyebab

2. Kedaulatan Raja

Kedaulatan Raja merupakan bentuk kedaulatan negara yang ada di tangan Raja, karena raja merupakan perwujudan kehendak Tuhan dan merupakan cerminan Tuhan. Agar suatu negara kokoh dan kuat, seorang Raja harus memiliki kekuasaan yang kuat dan tidak memiliki batas, sehingga rakyat harus rela menyerahkan hak dan kekuasaannya kepada seorang Raja. Tokoh-tokoh yang memiliki pemahaman tentang kedaulatan Raja antara lain Niccolo Machiavelli, Jean Bodin, Thomas Hobbes, dan F. Hegel. Teori ini diterapkan di Prancis pada masa Raja Louis XIV.

3. Kedaulatan Negara

Kedaulatan negara merupakan kekuasaan pemerintahan yang bersumber dari kedaulatan negara. Karena sumbernya berasal dari negara, maka negara dianggap memiliki kekuasaan yang tidak terbatas, dan kekuasaan ini dialihkan kepada Raja atas nama suatu negara. Suatu negara dapat menetapkan aturan hukumnya sendiri, oleh karena itu negara tidak diwajibkan untuk mematuhi hukum. Pengikut teori ini adalah Paul Laband dan George Jellinenk. Teori ini diterapkan di Rusia selama pemerintahan Tsar dan di Jerman selama masa Hitler.

4. Kedaulatan Hukum

Kedaulatan Hukum adalah kekuatan tertinggi. Dalam kedaulatan ini kekuasaan negara harus bersumber pada hukum, dan sumbernya sendiri berasal dari rasa keadilan dan hati nurani hukum. Menurut teori ini, suatu negara diharapkan menjadi negara hukum, artinya segala perbuatan penyelenggara negara dan masyarakatnya harus berdasarkan hukum yang berlaku. Pengikut teori ini adalah H. Krabbe, Immanuel Kant dan Kranenburg. Kedaulatan ini telah diterapkan di sebagian besar negara di Amerika dan Eropa.

5. Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan Rakyat adalah kedaulatan yang kekuasaan tertingginya ada di tangan rakyat. Rakyat memberdayakan penguasa untuk menjalankan sistem pemerintahan melalui pengaturan yang disebut kontrak sosial. Seorang pemimpin negara dipilih dan ditentukan oleh keinginan rakyat melalui wakil-wakil yang duduk dalam pemerintahan dan sebaliknya, penguasa negara harus mengakui dan melindungi hak-hak rakyat dan memimpin pemerintahan berdasarkan aspirasi rakyat.

Baca Juga :  Pengertian Sistem Operasi

Bika penguasa negara tidak dapat atau tidak mampu menjamin hak-hak rakyat dan tidak dapat memenuhi aspirasi rakyat, maka rakyat dapat menggantikan pemimpin-pemimpin tersebut dengan pemimpin baru. Pengikut teori ini termasuk Solon, John Locke, Montesquieu, J.J Rousseau. Teori kedaulatan ini diterapkan hampir di semua tempat di dunia tetapi implementasinya bergantung pada rezim yang berkuasa saat itu, ideologi dan budaya masing-masing negara.

Sifat-Sifat Kedaulatan

Pada suatu kedaulatan terdapat beberapa ciri yaitu:

Permanen (Tetap)

Sifat permanen atau permanen artinya meskipun suatu negara melakukan reorganisasi strukturnya, kedaulatan tidak akan berubah.

Asli

Sifat kedaulatan Asli berarti bahwa kedaulatan ini tidak datang dari kekuatan lain yang lebih tinggi, yang berarti tidak ada yang menciptakan kedaulatan itu karena ia terbentuk dengan sendirinya.

Mutlak (Absolute)

Mutlak adalah dalam suatu negara tidak ada kekuatan lain yang lebih unggul dari kedaulatan.

Tidak Dapat Terbagi-Bagi

Maknanya, suatu kedaulatan tidak dapat dipisahkan antara badan-badan tertentu karena akan mengarah pada pluralisme atau masyarakat majemuk pada satu kedaulatan.

Tidak Terbatas

Sifat kedaulatan yang tidak terbatas berarti bahwa kedaulatan mencakup semua orang dan kelompok yang terdapat di suatu negara tanpa terkecuali.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian Kedaulatan beserta ulasan lengkapnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda, jangan lupa untuk selalu mengujungi website ini untuk mendapatkan artikel – artikel menarik sobat sekalian.

 

Baca Juga :